
Dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan keamanan pangan masyarakat, pemerintah desa telah meluncurkan program inovatif yang melibatkan pemberian ayam dan pakan ternak lebih dari 520 ekor ayam kepada warga setempat.
Program yang ambisius ini bertujuan untuk memberikan akses lebih baik kepada penduduk Desa Wek III dalam menciptakan sumber protein hewani dan mengembangkan usaha peternakan skala kecil. Dengan adanya inisiatif ini, diharapkan bahwa komunitas dapat menjadi lebih mandiri secara pangan.
Proses distribusi ayam dan pakan ternak ini dilakukan secara transparan dan adil. Pemerintah desa bekerja sama dengan petugas kesehatan hewan untuk memastikan bahwa ayam yang disalurkan dalam kondisi sehat dan bebas penyakit. Selain itu, warga mendapatkan pelatihan singkat mengenai manajemen peternakan, pemeliharaan hewan, dan pengelolaan pakan.
Salah satu tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan jumlah produksi telur dan daging ayam di tingkat rumah tangga. Dengan demikian, diharapkan terjadi diversifikasi pangan dan peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Bapak Muhammad Ilyas Sihombing, kepala desa Wek III, menyatakan, "Kami sangat berkomitmen untuk meningkatkan ketahanan pangan di desa ini. Melalui program ini, kami berharap dapat memberdayakan masyarakat kami dan menciptakan kondisi di mana setiap warga desa memiliki akses yang memadai terhadap pangan berkualitas."
Warga desa menyambut baik program ini, menganggapnya sebagai langkah positif untuk meningkatkan kualitas hidup mereka. Beberapa di antara mereka telah memulai usaha peternakan dengan antusiasme tinggi dan merencanakan untuk memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan pendapatan keluarga mereka.
Program pemberian ayam dan pakan ternak di Desa Wek III merupakan contoh nyata kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait lainnya dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal. Harapannya, langkah ini dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk mengadopsi pendekatan serupa dalam mengatasi tantangan ketahanan pangan.